Muslimcirebon.com : Bersetubuh adalah ibadah dan kebutuhan bagi pasangat
suami istri yang sah. Sebagai ibadah,
tentu ada adab yang harus ditaati. Adanya adab bersetubuh dalam koridor Islam,
mempertegas perbedaan hubungan suami Istri umat Islam berbeda dengan kafir.
![]() |
| sumber: pinterest.com |
Salah satu ulama yang membahas secara terang tentang adab
ini adalah Imam Ghazali, dalam kitabnya Al-Adab
fid Din.
Dalam kitab tertulis, “etika
berhubungan badan dengan istri antara lain mengenakan wangi-wangian,
menggunakan kata-kata yang lembut, mengekspresikan kasih-mesra, memberikan
kecupan menggelora, menunjukkan sayang senantiasa, baca bismillah, tidak
melihat kemaluan istri karena konon menurunkan daya penglihatan, mengenakan
selimut atau kain (saat bercinta), dan tidak menghadap kiblat,” (Lihat Imam
Al-Ghazali dalam Al-Adab fid Din, Beirut, Al-Maktabah As-Sya‘biyyah,
halaman 175)”.
Apa yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali adalah adab.
Sudahkah kita beradab dalam hubungan suami istri? Atau kita lebih memilih adab
umat lain (kafir) sebagai contoh dalam berhubungan suami istri.
Sumber: nu.or.id (tulisan asli: Adab Jimak Menurut Imam Al-Ghazali)
