Muslimcirebon.com : Kata miqat sering kali kita dengar ketika musim haji tiba. Bahkan sebagian dari kita mendengarnya, ketika keluarga, saudara atau teman akan berangkat umrah.
“miqat di mana?” atau “kapan miqat?”
| sumber: dealsjourney.com |
Sebenarnya apa itu
miqat?
Miqat adalah salah satu kata yang sangat akrab dengan ibadah
haji dan umrah. Ia biasa dimaknai “batas bagi dimulainya ibadah haji dan umrah
(batas-batas yang telah ditetapkan)”.
Miqat sendiri ada dua jenis. Pertama, Miqat Zamani, yakni batas yang ditentukan berdasarkan
waktu. Atau kapan, pada tanggal dan bulan-bulan apa hitungan Haji?
Untuk ibadah haji, miqat bermula pada bulan Syawal sampai
terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu ketika ibadah haji dilaksanakan.
Sedangkan untuk umrah, miqat zamani bermula sepanjang tahun saat umrah dapat
dilaksanakan.
Miqat Zamani disebutkan dalam al qur’an surah Al Baqarah
ayat 189 dan 197. Pada ayat pertama dijelaskan tentang bulan sabit sebagai
tanda waktu bagi manusia dan miqat bagi jamaah Haji. Ayat kedua menerangkan
bahwa yang dimaksud dengan bulan-bulan haji adalah Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah.
Kedua, Miqat Makani, yakni batas yang ditentukan berdasarkan lokasi, tempat seseorang
harus memulai niat Ihram sebelum melintasi tanah haram dengan niat hendak
melaksanakan ibadah umrah atau haji.
Bagi mereka yang
tinggal di Mekah, tempat untuk ihram haji adalah Mekah itu sendiri. Untuk
umrah, jamaah harus ke luar dari tanah haram Mekah. Sebaiknya di Ji'ranah,
Tan'eim atau Hudaibiyah.
Sedangkan Bir Ali
yang juga disebut Zulhulayfah, letaknya sekitar 12 km dari Madinah atau sekitar
450 km dari Mekah al-Mukarramah, merupakan miqat bagi orang yang datang dari
arah Madinah.
Al-Juhfah, suatu
tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan
merupakan miqat bagi jama’ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko
atau yang searah. Setelah hilangnya ciri–ciri Al-juhfah, miqat ini diganti
dengan miqat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.
Yalamlam, sebuah
bukit di sebelah selatan 54 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jamaah yang
datang dari arah Yaman dan Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan
kebanyakan negara Asia lain.
Qarnul Manazil,
sebuah bukit di sebelah Timur 94 km dari Mekah.
Zatu Irqin, suatu
tempat Miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah,
merupakan miqat bagi jama’ah dari Iraq dan yang searah.