Sedang Ramai Di Internet Alias Viral, Hasil Tes DNA Pemuda Muslim Ini Mengatakan Satu Persen Dirinya Keturunan Yahudi Eropa

Assalamu’alaikum pembaca muslimcirebon.com. Semoga ketika membaca postingan ini kita semua dalam kondisi sehat ruhani dan jasmani. Jika dalam kondisi yang kurang baik, semoga Allah mengabulkan doa, dan kembali menjadikan kita sehat ruhani dan jasmani. 

Langsung pada inti posingan ini, kami ucapkan selamat membaca. Semoga bermanfaat


Nuseir Yassin membuat pengakuan mengejutkan melalui video yang diunggahnya di Facebook, Senin (15/1/2018).

Nuseir, seorang seleb Facebook, yang dikenal dengan nama Nas Daily, mengaku telah melakukan tes DNA dan ia membeberkan hasilnya.

Dari tes DNA tersebut, terungkap, satu persen dirinya adalah keturunan Yahudi Eropa.

Padahal Nas adalah seorang Muslim, kedua orang tuanya pun Muslim. Nas lahir di Israel.

"Ketika aku mengetahui hasilnya, aku sangat terkejut," kata Nas sebagaimana dikatakannya dalam rekaman video yang diunggahnya di Facebook, Senin (15/1/2018).

"Secara spesifik, satu persen DNA diriku mengatakan aku Yahudi Eropa. Banyak orang mengira orang Palestina atau Muslim tidak menyukai Yahudi. Tapi, tidak mungkin kalau aku harus membenci bagian dari diriku. Aku pun mencintai diriku," kata Nas.

Dalam postingannya di Facebook, Nas menuliskan, "Aku terlahir 110 persen muslim, tapi 1 persen, 1 persen sudah besar."

Ia juga menuliskan hasil DNA yang menyebutnya 59 persen Timur Tengah, 17 persen Kaukasus, 21 persen Italia/Yunani, Asia Selatan di bawah 1 persen, Nigeria di bawah 1 persen.

Darah Italia/Yunani dalam dirinya inilah disebut menyimpan jejak Yahudi Eropa.

Postingannya viral, ditonton lebih dari 520 ribu kali, disukai 21 ribu akun dan dibagikan sebanyak 3,2 ribu kali.

Banyak warganet mengapresiasi pengakuan Nas mengenai asal usulnya.

Pengakuan Nas juga seperti pintu masuk kepada warganet lain yang memiliki pengalaman serupa tentang keturunan mereka.

Meski begitu, seorang warganet terlihat berbeda pendapat. Ia mengatakan pengakuan Nas ini merupakan cara lama yang dilakukan untuk mengaburkan kasus yang sebenarnya di Palestina.

"You’re a ray of sunshine and sanity. You should get appointed as ambassador of peace by the UN. Spread the love

(Kamu adalah sinar matahari dan menenangkan hati. Kamu perlu ditunjuk sebagai duata perdamaian PBB. Sebarkan cinta)," tulis Ran Lev.

"I'm Palestinian and I hate nothing about Judaism. Unfortunately this is a stereotype that was used against our case. You somehow repeat and reinforce this serotype. Which is something I believe you need to be more careful about

(Aku orang Palestina dan aku membenci segala tentang Yahudi. Stereotipe kamu ini sudah biasa digunakan untuk melawan kasus kami. Kamu hanya mengulangi dan menguatkan stereotype ini. Aku yakin kamu perlu berhati-hati tentang ini)," tulis Lubna Taha.

"True. Spread peace and love just like our every religion taught us. Never hate because of religion or race or whatsoever. We are all God's creation. Peace

(Benar. Menebarkan damai dan cinta seperti setiap agama mengajarkan kita. Jangan pernah membenci karena agama atau keyakinan atau apapun itu. Kita adalah satu ciptaan Tuhan. Damai)," tulis Kiel RN.

Sumber: kupang.tribunnews.com

Selesai untuk postingan ini. Terima kasih sudah membacanya. Semoga Allah SWT memberikan anugerah yang besar pada kita semua.